Rahasia Makrifat Nabi Khidir As

Sampul-Cover Buku Buku Rahasia Makrifat Nabi Khidir as, buku ini disertai dengan kisah nyata,ditulis oleh Bpk. M. Ali Dan diterbitkan oleh Penerbit Oase Mata Air Makna Bandung, pada bulan Mei 2009.

Judul Buku : Rahasia Makrifat Nabi Khidir as

Penulis : Bpk. M. Ali

Tebal : 224 hlm

Ukuran : 14 X 20 cm

ISBN : 978-979-1167-27-7

ISBN 13 : 9789791167277

Cetakan : I, Mei 2009

Penerbit : Oase Mata Air Makna Bandung

Harga : Rp. 25.000,-

===============

PRAKATA PENULIS

Bismillaahhirrahmanirrahiim.

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Alhamdulillah, kami bersyukurkepada Allah swt. Atas selesainya penyusunan buku yang berjudul Rahasia Makrifat Nabi Khidir a.s. Solawat serta salam kami sampaikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, telah menolong kami melalui hadist-hadist beliau. Syafaat beliaupun kami harapkan dan kami tunggu-tunggu pada hari kiamat nanti. Tiada lain yang berhak memberikan syafaat kecuali beliau. Kami juga mengucapkan beribu terima kasih kepada teman-teman dan berbagai pihak yang telah mendukung penyusunan buku ini.

Buku ini berisi uraian pelajaran makrifat Nabi Khidir a.s. pada para wali, maupun orang-orang awam yang Beliau temui. Pelajaran Beliau memang agak sulit disimak karena berbeda dengan pelajaran nabi yang lain. Selain karena cara penyampaiannya dengan perbuatan, kesulitan tersebut disebabkan oleh kandungan makna hakikat dalam pelajaran beliau. Salah satu contohnya adalah, peristiwa pada titik awal pertemuan beliau dengan Nabi Musa a.s. Untuk bekal perjalanan, Nabi Musa a.s. membawa ikan matang (mati). Akan tetapi atas kehendak Allah, ikan itu hidup lagi dan berjalan dengan aneh menuju laut. Peristiwa tersebut mengandung maksud bahwa pelajaran yang dibawa Nabi Khidir a.s. adalah pelajaran untuk (lagi…)

24 comments 17 Oktober 2009

Buku Terbaru dari M. Ali : Rahasia Makrifat Haji Dan Ruh

Buku-Rahasia Makrifat Haji dan Ruh-Sampul Depan

Buku-Rahasia Makrifat Haji dan Ruh-Sampul Depan

Buku-Rahasia Makrifat Haji dan Ruh-Sampul belakang

Buku-Rahasia Makrifat Haji dan Ruh-Sampul belakang

Add comment 3 Februari 2010

Terbitkan buku sendiri

Penulis yang menerbitkan buku sendiri, alias self publishing, memang selalu memantulkan kisah menarik. Banyak hal yang bisa diceritakan, dan kisah jadi penerbit ini tentu saja merupakan hal baru bagi seorang penulis.

Setelah naskah siap cetak, maka memilih percetakan bukan hal yang sulit. Sebagai penerbit, kita bisa memilih percetakan yang sesuai. Dalam arti sesuai antara harga dan kualitas. Saat berhubungan dengan pihak percetakan, maka yang perlu kita bicarakan adalah masalah kertas cover (kualitas kertas dan berapa gram), juga kertas di halaman dalam pakai berapa gram. Ukuran buku juga perlu dibicarakan detail.

Usai buku dicetak, yang memakan energi seringkali yakni berburu Distributor buku yang bagus. Alamat distributor buku ini bisa kita peroleh dari buku (sejumlah buku kadang mencantumkan alamat dan tlp distributornya). Alamat distributor buku ini juga bisa diperoleh dari pencarian via internet, dengan memasukkan kata kunci “distributor buku”.

Peredaran lewat distributor ini untuk menjangkau toko buku di berbagai daerah di tanah air.

Semua itu mengasyikkan, karena kita yang semula jadi penulis jadi tahu liku-liku jaringan peredaran buku. Yang lebih penting, jika self publishing maka keuntungan kita jauh lebih banyak. Bayangkan, jika naskah kita diterbitkan pihak lain, sekali cetak untung Rp 12,5 juta, maka porsi penulis hanya Rp 2,5 juta dan porsi penerbit Rp 10 juta. Namun jika self publishing, maka Rp 12,5 juta tersebut jadi milik kita.

Adakah sisi negatifnya ? Ternyata ada. Karena terlalu asyik mengurusi jaringan distribusi, kadang kita jadi “kurang produktif menulis” untuk sementara waktu. Ini wajar dan merupakan resiko seorang penulis yang “self publishing”.

1 comment 24 Januari 2010

Ramalan Sabdo Palon VII-VIII VII

Ramalan Sabdo Palon VII-VIII
VII
Sanget-sangeting sangsara,
Kang tuwuh ing tanah Jawi,
Sinengkalan tahunira,
Lawon Sapta Ngesthi Aji,
Upami nyabrang kali,
Prapteng tengah-tengahipun,
Kaline banjir bandhang,
Jerone ngelebne jalmi,
Kathah sirna manungsa prapteng pralaya.

Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

VIII
Bebaya ingkang tumeka,
Warata sa Tanah Jawi,
Ginawe kang paring gesang,
Tan kenging dipun singgahi,
Wit ing donya puniki,
Wonten ing sakwasanipun,
Sedaya pra Jawata,
Kinarya amertandhani,
Jagad iki yekti ana kang akarya.

Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya

Add comment 24 Januari 2010

Humor Ala Gus Dur : Soeharto Pilih NU ‘Diskon’

Suatu hari, di bulan Ramadan, Gus Dur bersama seorang kiai lain (kiai Asrowi) pernah diundang ke kediaman mantan presiden Soeharto untuk buka bersama.

Setelah buka, kemudian salat Maghrib berjamaah. Setelah minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur.

Soeharto: “Gus Dur sampai malam di sini?”
Gus Dur: “Engga Pak! Saya harus segera pergi ke ‘tempat lain’.”
Soeharto: “Oh iya ya ya… silaken. Tapi kiainya kan ditinggal di sini ya?”
Gus Dur: “Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.”
Soeharto: “Penjelasan apa?”
Gus Dur: “Salat Tarawihnya nanti itu ‘ngikutin’ NU lama atau NU baru?”

Soeharto jadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya.

Soeharto: “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?”
Gus Dur: ” Kalau NU lama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.”
Soeharto: “Oh iya iya ya ya… ga apa-apa….”

Gus Dur sementara diam.

Soeharto: “Lha kalau NU baru?”
Gus Dur: “Diskon 60% !”

Hahahahahaha…. (Gus Dur, Soeharto, dan orang-orang yang mendengar dialog tersebut pun tertawa.)

Gus Dur: “Ya, jadi salat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.”
Soeharto: “Ya sudah, saya ikut NU baru aja, pinggang saya sakit.

Add comment 16 Januari 2010

Humor ala Gus Dur: Cara mengetahui berapa banyak anggota GAM

“Kepada warga Aceh yang membela GAM silahkan kibarkan bendera GAM di depan rumah masing-masing, bebas tidak akan di tangkap alias sah-sah saja”kapolri mengecap Gus Dur memihak GAm,kata gusdur lah saya kan mbantu kapolri,yang katanya bingung menghitung jumlah GAM,klo dh kibar bendera di rumah masing2 kan gampang tinggal d…i hitung jumlah benderanya brapa, ya itu jumlah GAM” Kapolri manggut2 hiiiii

Add comment 16 Januari 2010

Humor Gus Dur: Obrolan Presiden

Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa…
setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.

Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: “Wah kita sedang berada di atas New York!”

Presiden Indonesia (Gus Dur): “Lho kok bisa tau sih?”

“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Clinton dengan bangganya.

Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak… kita sedang berada di atas kota Paris!”, katanya dengan sombongnya.

Presiden Indonesia: “Wah… kok bisa tau juga?”

“Itu… menara Eiffel kepegang!”, sahut presiden Perancis tersebut.

Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat…
“Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!”, teriak Gus Dur.

“Lho kok bisa tau sih?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.

“Ini… jam tangan saya ilang…”, jawab Gus Dur kalem.

1 comment 16 Januari 2010

Humor Gus Dur: Ho Oh

Seorang ajudan Presiden Bill Clinton dari Amerika Serikat sedang jalan-jalan di Jakarta. Karena bingung dan tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorang penjual rokok. “Apa betul ini Jalan Sudirman?” “Ho oh,” jawab si penjual rokok.

Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. “Apa ini Jalan Sudirman?” Polisi menjawab, “Betul.”

Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas bersama ajudannya. “Apa ini Jalan Sudirman?” Gus Dur menjawab “Benar.”

Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu tanya tukang rokok dijawab “Ho oh,” lalu tanya polisi dijawab “betul” dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata “benar.”

Gus Dur tertegun sejenak, lalu dia berkata, “Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah ho oh, kalau yang bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah betul. Sedangkan kalau yang bertanya kepada tamatan Universitas maka jawabannya benar.”

Ajudan Clinton itu mengangguk dan akhirnya bertanya, “Jadi Anda ini seorang sarjana?”

Dengan spontan Gus Dur menjawab, “Ho … oh!”

Add comment 16 Januari 2010

Humor ala Gus Dur: Tiga Jenis Orang NU

Rumah Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, sehari-harinya tidak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam. Bahkan tak jarang sampai dini hari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan NU maupun bukan. Mereka pun banyak dari luar kota.

Menggambarkan fanatisme orang NU, Gus Dur mengatakan, tamu-tamu itu ada tiga tipe orang NU. “Kalau mereka datang dari pukul 07.00 – 21.00 dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” kata Gus Dur.

Orang NU jenis kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar pukul 21.00-01.00, masih mengetuk pintu Gus Dur dan membicarakan NU. “Ini namanya orang gila NU,” ujarnya.

“Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dinihari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila,” kata Gus Dur sambil terkekeh.

2 comments 16 Januari 2010

Humor ala Gus Dur: Pengalaman Gus Dur Naik Haji

Gus Dur seperti tidak pernah kehabisan cerita, khususnya yang bernada sindiran politik. Menurut dia, ada kejadian menarik di masa pemerintah Orde Baru.

Suatu kali Presiden Soeharto berangkat ke Mekkah untuk berhaji. Karena yang pergi seorang persiden, tentu sejumlah menteri harus ikut mendampingi. Salah satunya “peminta pertunjuk” yang paling rajin, Menteri Penerangan Harmoko.

Setelah melewati beberapa ritual haji, rombongan Soeharto pun melaksanakan jumrah, yakni simbol untuk mengusir setan dengan cara melempar batu ke sebuah tiang mirip patung. Di sini lah muncul masalah, terutama bagi Harmoko.

Beberapa kali batu yang dilemparkannya selau berbalik menghantam jidatnya. “Wah kenapa jadi begini ya?” cerita Gus Dus menuturkan pernyataan Harmoko yang saat itu tampak gemetar karena takut.

Lalu Harmoko pindah posisi. Hasilnya sama saja, batu yang dilemparnya seperti ada yang melempar balik ke arah dirinya. Setelah tujuh kali lemparan hasilnya selalu sama, Harmoko pun menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari-cari posisi presiden untuk “minta petunjuk”. Setelah ketemu, lalu dengan lega ia tergopoh-gopoh menghampiri Bapak Presiden.

Namun, sebelum sampai di hadapan Soeharto, ia turut mendengar bisikan “Hai manusia, sesama setan jangan saling lempar.”

1 comment 16 Januari 2010

Humor ala Gus Dur: Salad

Gus Dur nggak mati akal kalau urusan melucu. Bahkan, guyonan Gus Dur pun juga diucapkan dalam bahasa asing. Suatu ketika Gus Dur bercerita tentang ada seorang pejabat negara ini yang diundang ke luar negeri.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, “you like salad, madame?”

“Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, Dzuhur, Asyar, Maghrib and Isya,” jawab si Nyonya percaya diri.

Add comment 16 Januari 2010

Humor Gus Dur: Peluru pun Habis

Ini cerita gus dur tentang situasi rusia, tidak lama setelah bubarnya uni soviet. sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas. di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manejemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.

begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”

lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. lebih banyak lagi yang tak kebagian. dan dia mencatat “bahan bakar habis!”, kemudian dia menuju ke antrean sabun. wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. dia menulis besar-besar “sabun habis!”.

tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel kgb. ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”.

sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat .

“untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “kalau dulu, kamu sudah ditembak”.

sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “peluru juga habis!

Add comment 16 Januari 2010

Humor Gus Dur: Tentang Poligami di kalangan Da’i

Dalam berbagai kesempatan Gus Dur selalu menjawab pertanyaan dengan santai dan selalu dengan joke. Tidak terkecuali saat diminta tanggapannya tentang fenomena poligami yang menghampiri sejumlah dai dan kiai kondang. “Ya gimana ya … Kiai itu datang ke diskotek nggak boleh, ke tempat prostitusi apalagi. Ya udah, satu-satunya jalan ya poligami itu ….”

Add comment 16 Januari 2010

Humor Gus Dur: Fenomena ‘Gila’ Gus Dur

Konon, guyonan mantan Presiden Abdurrahman Wahid selalu ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan, termasuk presiden dari berbagai negara.

Pernah suatu ketika, Gus Dur membuat tertawa Raja Saudi yang dikenal sangat serius dan hampir tidak pernah tertawa. Oleh Kiai Mustofa Bisri (Gus Mus), momentum tersebut dinilai sangat bersejarah bagi rakyat Negeri Kaya Minyak. “Kenapa?” tanya Gus Dur.

“Sebab sampeyan sudah membuat Raja ketawa sampai giginya kelihatan. Baru kali ini rakyat Saudi melihat gigi rajanya,” jelas Gus Mus, yang disambut gelak tawa Gus Dur.

Melekatnya predikat humoris pada Presiden RI yang keempat itu pun sempat membuat Presiden Kuba Fidel Alejandro Castro Ruz penasaran. Suatu ketika, keduanya berkesempatan bertemu.

Seperti yang diceritakan oleh mantan Kepala Protokol Istana Presiden Wahyu Muryadi pada tayangan televisi, Fidel Castro bertanya kepada Gus Dur mengenai joke teranyarnya.

Dijawablah oleh Gus Dur, “Di Indonesia itu terkenal dengan fenomena ‘gila’,”.

Fidel Castro pun menyimak pernyataan mengagetkan tersebut.

“Presiden pertama dikenal dengan gila wanita. Presiden kedua dikenal dengan gila harta. Lalu, presiden ketiga dikenal gila teknologi,” tutur Gus Dur yang kemudian terdiam sejenak.

Fidel Castro pun semakin serius mendengarkan lanjutan cerita.

“Kemudian, kalau presiden yang keempat, ya yang milih itu yang gila,” celetuk Gus Dur.

Fidel Castro pun diceritakan terpingkal-pingkal mendengar dagelan tersebut.

Add comment 16 Januari 2010

Humor ala Gus Dur: Bedanya orang Perancis, Amerika dan Indonesia

Menurut Gus Dur, pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Prancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan. Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib ketiga bangsa manusia itu, dan menawarkan jasa. “Kalian boleh minta apa saja, akan kupenuhi,” kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah si orang Prancis…. “Saya ini petugas lembaga sosial di Paris,” katanya. “Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jado tolonglah saya dikembalikan ke negeri saya.” Dalam sekejap, orang itu lenyap, kembali ke negerinya. “Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?” “Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington.””Oke,” kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika lenyap seketika, kembali ke negerinya. “Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu.” ” Duh, Pak Jin, sepi banget disini,” keluh si orang Indonesia. “Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini.” Zutt, orang Prancis dan Pria Amerika itu muncul lagi.

Add comment 16 Januari 2010

Ka’bah Qolbu

Seorang Sufi besar besar, yang bernama Muhammad bin Al Fadl mengatakan : Aku heran pada orang yang mencari Ka’bah-Nya di dunia ini. Mengapa mereka tidak berupaya melakukan musyahadat tentang-Nya di dalam Qalbu mereka ? Tempat suci kadangkala mereka capai dan kadangkala mereka tinggalkan, tapi musyahadat bisa mereka nikmati selalu. Jika mereka harus mengunjungi batu, yang dilihat hanya setahun sekali, sesungguhnya mereka lebih harus mengunjungi Ka’bah Qalbu, dimana Dia bisa dilihat 360 kali sehari semalam.

Add comment 16 Januari 2010

Pendakian Jiwa, Rumi

Aku mati sebagai mineral dan menjadi tumbuhan,
Aku mati sebagai tumbuhan dan muncul sebagai hewan,
Aku mati sebagai hewan dan aku menjadi Insaan.
Mengapa aku mesti takut ? Bilakah aku menjadi rendah karena kematian ?
Namun sekali lagi aku akan mati sebagai Insaan, untuk membumbung
bersama para malaikat yang direstui; bahkan dari tingkat Malaikatpun
Aku harus wafat: Segala akan binasa kecuali Allah.
Ketika Jiwa Malaikatku telah kukorbankan,
Aku akan menjadi sesuatu yang tak pernah terperikan oleh pikiran.
Oh, biarkan aku tiada ! Karena Ketiadaan
Membisikkan nada dalam telinga, “Sesungguhnya kepada-Nya-lah kita kembali.”

Jalaluddin Rumi – Matsnawi III, 3901
[sumber: Ajaran dan Pengalaman Sufi – Maulana Jalaluddin Rumi, terjemahan dari Reynold A Nicholson

Add comment 15 Januari 2010

Serat Joyoboyo (140-142)

Serat Joyoboyo (140-142)

140.

polahe wong Jawa kaya gabah diinteri

endi sing bener endi sing sejati

para tapa padha ora wani

padha wedi ngajarake piwulang adi

salah-salah anemani pati

tingkah laku orang Jawa seperti gabah ditampi

mana yang benar mana yang asli

para pertapa semua tak berani

takut menyampaikan ajaran benar

salah-salah dapat menemui ajal

141.

banjir bandang ana ngendi-endi

gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni

gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni

marga wedi kapiyak wadine sapa sira sing sayekti

banjir bandang dimana-mana

gunung meletus tidak dinyana-nyana, tidak ada isyarat dahulu

sangat benci terhadap pendeta yang bertapa, tanpa makan dan tidur

karena takut bakal terbongkar rahasianya siapa anda sebenarnya

142.

pancen wolak-waliking jaman

amenangi jaman edan

ora edan ora kumanan

sing waras padha nggagas

wong tani padha ditaleni

wong dora padha ura-ura

beja-bejane sing lali,

isih beja kang eling lan waspadha

sungguh zaman gonjang-ganjing

menyaksikan zaman gila

tidak ikut gila tidak dapat bagian

yang sehat pada olah pikir

para petani dibelenggu

para pembohong bersuka ria

beruntunglah bagi yang lupa,

masih beruntung yang ingat dan waspada

2 comments 15 Januari 2010

Previous Posts


 

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Semua File telah BEBAS dari Virus,
antivirus
Reviewmu.com


Kategori

Halaman

Paling diSukai

Naskah BUKU yg blm TERBIT


Rahasia Makrifat Ruh Haji
Rahasia Makrifat Khitan
Kidung Suci Para Wali
Bagi Penerbit yang berminat silakan hubungi Kami

Paling Baru

DONATION-SODAQOH


send to moneybookers
account ID: 13697240

Klik tertinggi

Arsip

Blogroll

Yang belum Tobat

Tag

Feed

Meta


Reviewmu.com

Traffic & Rank

Google bot last visit powered by Bots Visit
Yahoo bot last visit powered by  Bots Visit
Msn bot last visit powered by  Bots Visit
EasyHits4u Ranking
Counter Powered by  RedCounter
Counter Powered by  RedCounter
Increase your PageRank
DOWNLOAD EBOOK GRATIS
My Popularity (by popuri.us)
IP

Asal Peziarah

free counters

Jumlah Peziarah

  • 11,490 orang

Fans Buku di Facebook

my facebook, silakan ADD saya….

SocialVibe


Komentar Terakhir

amaarief di Rahasia Makrifat Nabi Khidir…
Pejabat Senior di Review Buku Rahasia Makrifat N…
AINI MING di Rahasia Makrifat Nabi Khidir…
ahmad tojiri di Rahasia Makrifat Nabi Khidir…
partnerinvain di Terbitkan buku sendiri